Kambanglah Bungo

Posted in Nada Taufik on November 5, 2007 by nadataufiks

Sinopsis       : Kambanglah Bungo

Ide Cerita    : Wenrizal & Nada taufik

Penulis         : Nada Taufik
Pembuatan  : 28 Oktober 2007, malam

Ijal, 25 tahun, pekerja keras dibidang teknologi komputer di bilangan Jakarta Pusat. Kesehariaanya selain bangun pagi, mandi, berangkat kerja dan pulang kembali. Setelah beberapa saat ia akhirnya menemukan wanita yang bisa menjadi pendampingnya. Rina, 22 tahun, yang bekerja sebagai pramuniaga disalah satu mall di Jakarta, membuat hati Ijal menjadi semakin ada harapan untuk keluar dari kehidupan monotonnya.

(int-ext : Ijal dan Rina bergandengan tangan – Ijal dan Rina duduk disebuah taman – Ijal dan Rina berpelukan dan tertawa-tawa) Hubungan mereka akhirnya terjalin serius tapi sesuatu terjadi pada hubungan mereka ketika Rina diminta untuk ganti shift kerja. Pada awalnya Ijal tidak menyetujuinya tapi mau tak mau akhirnya mereka memutuskan untuk terus berjalan walaupun hanya bertemu pada malam minggu saja. Ijal kembali dengan kehidupan monotonnya.

Malam itu, Ijal mengajak teman-temannya ke mall sekalian menjemput pujaan hatinya itu. Tak sengaja dilihatnya, Rina bermesraan dengan seorang cowok, Yanto, 30 tahun, bekerja sebagai Supervisor. Ijal menghela nafasnya, berbalik badan dan kembali patah hati. Ijal terdiam dipojok dan menjauhi teman-temannya yang sedang sibuk melihat beberapa pakaian kemeja.

Dua bulan sejak kejadian itu, Ijal tak pernah lagi berharap bertemu dengan Rina. Kehidupan Ijal menjadi sebuah bencana besar, ketika itu ia menerima sebuah sms dari temannya untuk menemuinya disebuah resto dekat kantornya. Temannya, Roni, 28 tahun, duduk disebuah resto (ext: camera movement).
(Close up) Sebuah undangan warna biru dengan foto hitam putih bersama model utamanya Rina dan cowok yang dilihat Ijal waktu di mall.

(int-ext : Ijal yang kacau di kamar – Ijal yang berjalan dipinggir trotoar sendiri – Ijal yang duduk termenung disebuah sudut jalan raya) Ijal berusaha menemukan hidup normalnya kembali, datang seorang wanita, Sissy, 23 tahun, bekerja sebagai sekretaris disebuah perusahaan asing. Ijal kembali bersemangat dan menemukan cinta yang hilangnya kembali. Hubungan mereka ternyata hasil kerja temannya yang jenuh melihat Ijal murung. Sissy harus pergi untuk menuntut ilmu di luar negri dan hancur harapan Ijal untuk melanjutkannya ke perkawinan.

Kepergian Sissy tak lama membuat Ijal menemukan beberapa wanita lain lagi (Ext. Taman : Ijal yang berjalan dengan wanita-wanita dengan berbeda). Akhirnya Ijal menemukan bunga-bunga yang datang dan pergi dengan cepat. Cintanya tak terkendali sampai pada ending bertemu dengan Taufik, 27 tahun, seorang fotografer. Ijal menemukan jalan terbaiknya dan kembali menghubungi Sissy dan menanyakan kembali kapan ia akan kembali. Sissy menjawab dengan kedatangan ia ke kantor Ijal dengan tiba-tiba tanpa memberitahukannya dan membawa sebuah bingkisan warna biru muda. (Flashback: undangan biru muda, Rina)

Diam

Posted in Nada Taufik on October 31, 2007 by nadataufiks

Sinopsis : Diam
Penulis : Nada Taufik
Pembuatan : 28 Oktober 2007, 09.00 pagi

Shinta, 28 tahun, bekerja sebagai penyanyi disebuah café bilangan Jakarta Pusat. Sehari-harinya ia hanya terdiam ketika beberapa lelaki mencoba untuk merayu dan menyentuh badannya walaupun pada akhirnya Bobby, 34 tahun, teman Shinta yang bekerja sebagai bartender café tersebut membelanya.

Sesuatu terjadi didalam marketing café tersebut, seorang manager bernama Gerry tertuduh akan kasus narkoba yang selama ini dijualnya melalui beberapa orang karyawan kepada tamu didalam café itu. Shinta sudah lama mengetahuinya, tetapi sikapnya seakan tidak mau tau apa yang telah terjadi.

Setiap hari polisi-polisi berdatangan dan melihat seputar café itu dengan maksud dan tujuan menangkap Gerry saat sedang ada transaksi. Tetapi tetap saja polisi tidak mendapatkan apa-apa setelah beberapa bulan berjalan. Polisi curiga ketika melihat mata Shinta yang tidak pernah berani menatap langsung kepada polisi-polisi yang berada di café tersebut. Erik, seorang polisi muda yang berbakat pada akhirnya mendekatkan diri kepada Shinta untuk mengetahui lebih lanjut apa yang diketahui oleh seorang wanita pendiam ini.

Kedekatan Erik dan Shinta akhirnya membuat Bobby cemburu dan terus mengikuti kemanapun mereka berdua berjalan. Pada satu malam, ketika Erik mengantarkan Shinta pulang kerumah dan saat itu pula Erik membentak dan menampar Shinta didepan rumahnya. Erik memarahinya karena Shinta sangat mengetahui bagaimana keadaan café tersebut sebelum dan sesudah Gerry masuk menjadi karyawan.

Saat itu pula, Shinta mencurigai Erik tidak sebaik apa yang ia sangka sebelumnya. Bersama Bobby temannya, ia akhirnya mencari tahu apa yang ada pada Erik. Entah Erik itu benar-benar polisi baik atau dia adalah polisi yang ternyata bersekutu dengan Gerry.

Indonesia Today

Posted in Nada Taufik on March 10, 2007 by nadataufiks

Perjuangan dua orang kakak beradik, Hasrul (38) dan Emil (36) untuk mencari berbagai bukti dari kematian kakek nenek mereka secara tidak sengaja. Ide itu timbul dari Emil ketika Martin, seorang laki-laki setengah baya yang mengaku dari badan intelijen datang menemui Hasrul dirumah mereka.Hasrul yang semula tidak bersemengat akhirnya harus ikut partisipasi bersama Emil ketika ditemui Emil tergeletak didepan rumah mereka dengan berlumuran darah.